Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih kekurangan guru. Padahal, pembelajaran di sekolah integrasi itu sudah mulai berjalan tak lama lagi.
Menurut Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara, Muh Ali, sampai saat ini progres pembangunan proyek ini sudah mencapai 98 persen. Ruang kelas maupun asrama tinggal finishing dan bisa difungsikan.
”Targetnya 30 Juli mulai MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), setelah itu anak-anak langsung asrama di sini,” kata Muh Ali saat meninjau proyek sekolah rakyat di kawasan Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Kecamatan Pakisaji itu, Jumat (24/7/2026).
Kepala Sekolah Rakyat Jepara, Asri Linda Listyaningrum menyebut, seluruh kuota sekolah rakyat sudah terpenuhi. Yaitu dari tingkat SD-SMA masing-masing 90 siswa.
Diketahui, sekolah rakyat di Jepara sudah berjalan sejak setahun lalu. Ada 75 siswa SD yang ditampung sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Rencananya, mereka akan mulai dipindah ke lokasi baru pada 29 Juli 2026.
”Setelah sampai di sini langsung di asrama,” kata Asri.
Baru Tiga Guru
- 1
- 2



