Info Haji 2025
Cerita Perjalanan Haji Kudus, Ada yang Unik dan Bikin Deg-degan (1/3)
Koresponden Zakkiy Ataka Rikza
Selasa, 27 Mei 2025 12:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Makkah – Dalam setiap perjalanan ibadah haji, selalu membawa kisah tersendiri bagi tiap jemaah. Tak terkecuali bagi jemaah haji Kudus.
Serta bagi saya yang kebetulan mendapat mandat menjadi petugas haji daerah atau PHD Umum Kloter 50 Jemaah Haji Kudus tahun 2025.
Kami adalah rombongan jemaah haji Kudus yang terakhir berangkat dari Kabupaten Kudus pada Jumat 16 Mei 2025. Namun kami juga menjadi kloter pertama yang tiba di Makkah karena kami mendarat di Jeddah pada Minggu (18/5/2025). Lebih dulu dari empat kloter keberangkatan yang mendarat di Madinah.
Empat kloter awal yakni 46 sampai 49 memang tergabung di gelombang 1 yang turun di Madinah. Sedang kloter 50 kami adalah kloter gelombang 2 paling awal yang turun di Makkah.
Total ada 360 jemaah haji dalam rombongan kami. Mayoritas memang berasal dari Kabupaten Kudus.
Namun karena sistem open seat yang memungkinkan pengisian kuota kloter yang masih tersedia, kami juga melayani jemaah haji dari berbagai penjuru Jawa Tengah. Ada jemaah haji dari Pati, Tegal, Brebes, Jepara, Banjarnegara, hingga Pekalongan ikut bergabung di rombongan ini.
Kloter kami tiba di Jeddah pada siang hari. Tanpa membuang waktu, para jemaah haji Kudus segera melanjutkan perjalanan darat menuju Makkah pada sore harinya, merasakan degup jantung yang semakin kencang mendekati Baitullah.
Malam harinya, proses pembagian hotel untuk jemaah haji Kudus pun dilaksanakan. Sebagian besar dari kami beruntung dapat berkumpul di satu akomodasi, yaitu Maktab Raudhah Makkah.
Namun, karena perbedaan sistem syarikah (mitra) pengelolaan, beberapa jemaah haji Kudus harus ditempatkan di hotel lain yang berbeda. Situasi ini tentu sempat memunculkan sedikit kekhawatiran di awal.
(Bersambung)..
Editor: Anggara Jiwandhana




