Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Sebanyak 1.300 bubur asyura dibagikan untuk warga komplek Masjid Menara Kudus, Senin (15/7/2024). Pembagian itu bertepatan pada acara buka luwur Sunan Kudus tahun 2024.

Nampak sejumlah ibu-ibu sedang menata bubur di wadahnya. Lalu memberikan taburan topping di atasnya.

Zumaila Izdiyana, mandor distributor bubur Asyura menyatakan proses memasak bubur ini melalui tiga Setiap angkatannya terdapat 3 kawah, jadi totalnya 9 kawah.

”Jumlah tersebut dibagikan pada masyarakat dan kiai. Bubur yang dibagikan ke masyarakat di letakkan pada samir (piring dari daun pisang). Sedangkan yang dibagikan ke kiai di takir (seperti dipincuk). Untuk yang ditakir dibagikan setelah doa berjanji,” katanya kepada Murianews.com, Senin (15/7/2024).

Bahan pembuatan bubur Asyura ini antara lain beras, ketela pohon dan rambat, pisang. Lalu, terdapat kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang tolo, kacang ijo.

Sedangkan untuk toppingnya beragam. Mulai dari pentul, kecambah, cabai rawit, tahu, tempe,  teri, udang, hingga telur.

Deni Nur Hakim, Humas Yayasan Masjid Menara Kudus, dan Makam Sunan Kudus menyatakan tradisi ini mencontoh Nabi Nuh setelah terkena banjir. Pada saat itu, Nabi Nuh menyuruh umatnya yang selamat dari banjir untuk memasak barang yang masih tersedia.

”Sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah. Penamaan asyura sendiri karena peristiwa Nabi Nuh tersebut terjadi bertepatan pada bulan Muharam,” terangnya.

Proses pembagiannya dilakukan pada 9 Muharam. Satu hari sebelum puncak acara buka luwur Sunan Kudus.

Distribusi langsung dilakukan oleh para rewang yang memasak bubur menuju ke setiap rumah warga. Mereka berjalan beriringan membawa nampan yang berisi bubur menuju depan pintu warga.

Banyaknya bubur yang dibagikan pada tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Keberlangsungan acara ini merupakan sebuah upaya menjaga tradisi.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler