Tjondronegoro V, Bupati Kudus yang Paling Disukai Masyarakat
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 29 Juli 2024 20:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kanjeng Adipati Tjondronegoro V merupakan Bupati Kudus periode 1858-1879. Ia lahir dengan nama Raden Mas Prawoto, sebagai anak dari Tjondronegoro IV yang merupakan seorang Bupati Demak.
Tjondronegoro V terkenal pula dengan nama Aryo Purwolelono. Nama ini disematkan karena kegemarannya dalam melakukan perjalanan.
Sejarawan Kudus, Edy Supratno, menyebut Tjondronegoro V sebagai sosok bupati yang sangat pandai dan juga rajin menulis. Bahkan setiap Aryo melakukan perjalanan, hal sekecil apapun pasti tidak luput dari goresan penanya.
”Tradisi menulis dan menyusun kata-kata itu butuh kepandaian dan kejelian. Pada zaman itu, ia sudah bisa melakukan hal tersebut untuk mencatat kondisi wilayah yang ia lewati,” katanya kepada Murianews.com, Senin (29/7/2024).
Tjondronegoro V selalu mencatat perjalanannya dalam buku berjudul ”Lampah-lampahipun Raden Mas Arya Purwolelono”, di mana ia berhasil mengunjungi 18 karesidenan di Jawa.
Menurut Edy, keluarga Tjondronegoro sangat peduli terhadap pendidikan, bahkan untuk menimba ilmu itu, merkeka secara langsung mendatangkan guru dari Belanda untuk mengajari anak-cucunya.
”Bupati yang terkenal pandai itu sebagian besar adalah keturunan dari Tjondronegoro. Mereka memang sudah disiapkan pendidikannya. Dibekali cara kepemimpinan yang baik dan pengetahuan lain,” jelasnya.
Selain dikenal sebagai seorang penulis dan pejalan, Tjondronegoro V juga sangat disukai oleh masyarakat Kudus. Ketika ia dipindah tugaskan untuk menjadi Bupati Brebes pada tahun 1879, kepergiannya diiringi oleh banyak orang.
”Sebuah catatan menyebut pada tanggal 20 september 1879 pukul sepuluh pagi Tjondronegoro keluar dari Pendopo Kudus untuk pergi ke Brebes. Di luar pendopo dan alun-alun sudah berkumpul masyarakat yang memberi selamat jalan. Mereka terdiri dari orang China, anak negeri, laki-laki, perempuan, dan tua-muda,” terangnya.
Sebagai bupati, Tjondronegoro V lebih dikenal pribadi yang baik dan sangat dekat dengan rakyatnya. Sehingga banyak orang berbondong-bondong menghantarkannya saat ia pindah tugas.
”Tjondronegoro V adalah eyang dari Sosrokartono dan Kartini, dua orang jenius yang namanya dikenal dunia,” ungkapnya.
Editor: Cholis Anwar



