Begini Kronologi Kecelakaan di Bakalankrapyak Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 8 Oktober 2024 20:44:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kecelakaan terjadi di Jalan KHR Asnawi, Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/10/2024) pagi.
Insiden yang melibatkan dua Motor Honda Vario itu menyebabkan satu orang meninggal. Korban meninggal saat mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda mengungkapkan, kecelakaan berawal saat AP (26) yang mengendarai Honda Vario K 4025 RT melaju dari selatan (Perempatan Jember) menuju utara (Tugu Gribig).
Warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu mengendarai kendaraannya dengan kecepatan sedang.
Kemudian, terdapat KR (66) yang mengendarai Honda Vario K2628 TR. Ojek Wisata Menara Kudus ini hendak menyeberang dari Terminal Bakalankrapyak ke Jalan KHR Asnawi.
Saat menyeberang, warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus diduga tak memperhatikan arus lalu lintas sekitarnya. Tabkrakan pun tak terhindarkan.
’’Kedua pengendara terjatuh bersamaan dengan sepeda motornya dan mengalami luka-luka,’’ jelasnya.
Sebelumnya salah satu korban yakni, KR (66) diduga meninggal di tempat kejadian. Namun ternyata, saat itu KR tak sadarkan diri karena kondisinya kritis.
Tukang Ojek Wisata Menara Kudus itu kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa KR tak tertolong meskit telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
’’Tadi kritis dan belum sadarkan diri. Jadi memerlukan penanganan khusus. Namun kabar terbaru, korban KR sudah meninggal dunia,’’ ungkap Ipda Moh Jafar.
Sementara itu, korban AP yang mengalami luka-luka juga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Akan tetapi, AP sudah diperkenankan untuk pulang dan melakukan rawat jalan.
Editor: Zulkifli Fahmi



