Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Tim riset MAN 2 Kudus, Jawa Tengah berhasil menyabet juara di lomba National Innovation Project (NIPRO) 2024. Tim riset MAN 2 Kudus mengangkat tema soal Aktclito.
Lomba NIPRO itu diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai 5 Oktober 2024 hingga 6 Oktober 2024.
Tiga siswa yang ikut berkontribusi di lomba tersebut yakni Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa.
Dzikra Lubna Khairunnisa mengatakan, ia bersama tim memilih mengangkat tentang Akticlito lantaran kepedulian pada isu polusi yang diakibatkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Mereka termotivasi untuk mengurangi polusi di Indonesia.
Ketiganya memanfaatkan arang aktif eceng gondok dan zeolit blotong sebaga filter emisi gas buang. Cara kerjanya yakni pipa besi pipa besi aktclito dipasang pada knalpot kendaraan sepeda motor.
”Akticlito merupakan filter emisi gas yang menggabungkan arang aktif dari eceng gondok dan zeolit dari limbah blotong. Penggunaan akticlito sebagai double adsorben ini dapat menyerap CO dan CO2,” katanya, Senin (14/10/2024).
Dzikra menjelaskan, kombinasi arang aktif dan zeolit sintetis paling efektif menurunkan kadar CO sebesar 32 persen untuk CO dan 21 persen untuk CO2.
Lebih lanjut, ia menyampaikan perbandingan massa paling efektif arang aktif:zeolit yakni 2:3 dengan penurunan kadar CO sebesar 71 persen dan kadar CO2 sebesar 23 persen.
”Arang aktif mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan zeolit sintesis hasil analisis kimia dari arang aktif dan zeolit sintesis telah memenuhi syarat mutu adsorben sesuai dengan Syarat Industri Indonesia (SII) dan Standar Nasional Indonesia (SNI),” terangnya.
Ia menambahkan percobaan itu membutuhkan empat pekan percobaan sebelum diikutkan di perlombaan NIPRO ini. Pada pekan pertama dan kedua timnya membuat adsorben terlebih dahulu.
”Kemudian pada pekan ketiga dan keempat kami proses membuat alat dan memulai pengujian,” imbuhnya.
Pendamping Riset Siswa MAN 2 Kudus, Ema Nur Hidayah mengaku bersyukur dengan pencapaian anak didiknya itu. Ia menilai anak asuhnya berhasil melakukan inovasi untuk pengurangan polusi yang diakibatkan kendaraan bermotor.
”Ada rasa bangga dan semoga anak-anak bisa terus meningkatkan riset lebih banyak lagi. Semoga semakin banyak event yang diikuti anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak mengapresiasi dirinya terhadap anak didiknya. Dirinya berharap prestasi siswa-siswinya terus berlanjut.
”Kami harap prestasi anak-anak dapat terus berlanjut baik di level nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Editor: Supriyadi



