Warga Kudus di Daerah Rawan Bencana Didata, Ini Tujuannya
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 12 November 2024 18:08:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
BPBD masih mengumpulkan dan menyusun data-data terkait kebencanaan itu. Ia menyatakan, pendataan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan data itu valid.
’’Data ini bukan hanya sebagai informasi tapi sebagai bahan dasar membangun ketahanan masyarakat dan merencanakan secara efektif penanggulangan bencana,’’ ujarnya.
Ia menyatakan, pada tahun ini pendataan di prioritaskan pada dua bencana yang sering terjadi di Kudus. Keduanya adalah bencana banjir dan tanah longsor.
Data-data yang terkumpulkan ini, akan dijadikan pedoman dan masukan pembuatan dokumen kajian risiko bencana (KRB). Dokumen itu merupakan pedoman dalam upaya penanggulangan bencana.
’’Dalam penyusunan ini kami dibantu dengan konsultan ahli terkait kebencanaan dari Yogyakarta, kami mendatangkan dari sana karena Kudus belum punya,’’ pungkasnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



