Kudus Garap 6 Proyek Talud untuk Perkuat Irigasi, Ini Lokasinya
Muhamad Fatkhul Huda
Rabu, 7 Mei 2025 19:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pemkab Kudus, Jawa Tengah, mulai mengalihkan fokus pembangunan infrastruktur ke sektor irigasi sebagai bagian dari penyesuaian terhadap arah kebijakan nasional dan provinsi.
Tahun 2025 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau Dinas PUPR Kudus menggarap enam proyek talud yang tersebar di beberapa wilayah, sebagai langkah awal memperkuat sistem pengairan pertanian.
Plt Kepala Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo menjelaskan, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi prioritas seiring dengan arah program Presiden dan Gubernur yang mendorong ketahanan pangan. Oleh karena itu, mulai tahun ini sektor irigasi akan diperbaiki secara bertahap.
”Tahun ini kami menyesuaikan dengan program pusat dan provinsi. Fokusnya ke irigasi, untuk mendukung sektor pertanian. Ini juga tahun terakhir untuk Bantuan Keuangan Gubernur (Bangub) yang mendanai infrastruktur, kecuali untuk proyek Ketapang,” ujar Harry, Selasa (7/5/2025).
Adapun enam proyek talud yang akan dikerjakan tahun ini antara lain, Pembangunan talud di Desa Dadap senilai Rp 440 juta, pembangunan talud di Jembertati Gamong sebesar Rp 585 juta, rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Ploso Kanan sebesar Rp 663 juta.
Kemudian rehabilitasi DI Ploso Kiri senilai Rp 520 juta, rehabilitasi DI Kedunggupit dengan anggaran Rp 442 juta, pembangunan talud di Desa Nolo senilai Rp 1 miliar, yang didanai dari Bangub.
Peran penting...
- 1
- 2



