Menengok Proses Jamasan Keris Kiai Cinthaka Sunan Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 12 Juni 2025 11:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Tradisi sakral, penjamasan keris Kiai Cinthaka, pusaka peninggalan Sunan Kudus masih terus dilestarikan Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus pada Kamis (12/6/2025).
Sebagaimana biasanya, penjamasan dilakukan pada Senin atau Kamis setelah berakhirnya hari-hari tasyrik Iduladha.
Prosesi diawali dengan ziarah dan pembacaan tahlil yang dipimpin Kiai M Yusrul Hana, kemudian dilanjutkan dengan penjamasan yang dipimpin Kiai Ahmad Badawi.
Adapun prosesi teknis penjamasan dilakukan langsung Kiai Faqihuddin. Pusaka yang dijamas meliputi Keris Kiai Cinthaka dan dua tombak trisula.
Tiga pusaka itu dahulu digunakan Sunan Kudus dalam perjuangan dakwahnya. Tombak ini biasanya dipasang di sisi mihrab pengimaman Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.
Ketua Panitia Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1447 H Ahmad Arinal Haq menjelaskan, prosesi penjamasan diawali dengan pengambilan pusaka dari tempat penyimpanan khusus.
Keris dan tombak kemudian diserahkan kepada Kiai Faqihuddin untuk dibersihkan dari debu halus dan dicuci menggunakan air perasan jeruk untuk menghilangkan sisa warangan atau ramuan tradisional pelapis keris dari tahun sebelumnya.
Berbeda dari Sebelumnya...
- 1
- 2



