Sumber Sampah Pangan di Kudus Segera Dipetakan, Ini Alasannya
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 8 Juli 2025 21:40:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah akan memetakan sektor-sektor penyumbang sampah pangan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan yang dinilai penting untuk mencegah potensi krisis pangan di masa mendatang.
Analis Ketahanan Pangan Dispertan Kudus, Sundarsih menyampaikan, sejauh ini dalam pemetaan kasarnya, sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar sampah pangan.
Selain itu, beberapa industri dan supermarket juga termasuk dalam daftar sumber utama sampah pangan yang tidak termanfaatkan secara optimal.
”Selama ini kita lebih banyak fokus pada pengelolaan sampah. Padahal seharusnya kita juga mulai memperhatikan makanan yang belum menjadi sampah. Apakah masih bisa dimanfaatkan atau tidak,” jelasnya, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, boros pangan bisa menjadi ancaman serius meski produksi pangan terbilang melimpah. Jika tidak ada kesadaran kolektif untuk mencegah pemborosan, maka krisis pangan tetap bisa terjadi.
Oleh karena itu, Dispertan Kudus memulai langkah awal dengan melakukan sosialisasi pentingnya mengelola konsumsi pangan secara bijak, terutama kepada masyarakat umum dan pelaku usaha.
Bukan Sekadar Mengurangi...
- 1
- 2



