Muncul Kabar Mahasiswa KKN UMK Kena Tindak Asusila, Kampus Klarifikasi
Muhamad Fatkhul Huda
Rabu, 10 September 2025 19:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus — Beredar sebuah kabar burung terkait adanya tindak asusila yang menimpa mahasiswa KKN UMK di salah satu desa di Kudus.
Mahasiswa KKN UMK yang kena tindak asusila itupun kemudian meminta uang sebesar ratusan juta rupiah sebagai bentuk kompensasi tindak pelecehan tersebut.
Kabar burung ini menjadi bola liar yang terus dipertanyakan oleh masyarakat terkait kebenarannya. Hingga akhirnya, pihak kampus angkat bicara dan menanggapi kabar tersebut.
Kepala Bagian Humas Lembaga Informasi dan Kerjasama UMK Yusuf Istanto mengatakan dengan tegas jika kabar tersebut adalah palsu atau hoaks. Sebab ia telah menelusuri informasi yang beredar tersebut dan tidak menemukan bukti yang membenarkan.
”Kemarin saya dapat kabar ini, lalu saya telepon anak yang bersangkutan, karena di luar kota saya panggil hari ini harus datang, kalau tidak saya akan jemput. Ini harus segera dipastikan agar tidak liar,” jelasnya, Rabu (10/9/2025).
Setelah memanggil anak yang bersangkutan bersama teman kelompok KKN-nya, Yusuf menggali informasi terkait isu tersebut. Saat bertemu, Ia menanyakan kepada mahasiswa terkait fakta-fakta yang terjadi.
Ternyata, mahasiswa tidak merasa mendapatkan perilaku seperti yang tersiar di publik. Mahasiswa yang bersangkutan juga tidak merasa menuntut uang untuk menutup kasus agar tidak dilanjutkan.
Malah bingung...
- 1
- 2



