Hari Jadi Kudus ke-476, Momentum Wujudkan Harmoni dalam Toleransi
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 23 September 2025 15:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-476 digelar dalam bentuk apel besar di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (23/9/2025) (23/9/2025).
Ini menjadi momen pertama bagi Bupati Samani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton memimpin perayaan hari jadi Kudus tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Samani Intakoris menegaskan jika peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar untuk membawa Kudus lebih maju.
”Ini tahun pertama kami memimpin. Tugas besar harus dijalankan sebaik-baiknya. Kudus sehat akan menjadi pijakan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Doa, sinergi, kolaborasi, dan gotong royong seluruh elemen akan menjadi kunci keberhasilan kita,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Dengan mengusung tema Harmoni dalam Toleransi, peringatan tahun ini dianggap selaras dengan karakter masyarakat Kudus yang religius dan beragam.
Semangat harmoni diyakini mampu menciptakan persatuan, memperkuat komitmen, dan menjadi kekuatan menghadapi tantangan zaman.
Pada kesempatan itu, Bupati Samani juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai organisasi yang telah menjaga situasi Kudus tetap aman, damai, dan tentram.
Apel berlangsung khidmat dan lancar. Seluruh peserta mengenakan busana adat Kudus, tradisi yang diwajibkan setiap tanggal 23 setiap bulannya sebagai wujud kebanggaan sekaligus pelestarian budaya lokal.
Pemerintah ingin agar nilai-nilai budaya Kudus terus tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.
”Dengan kebersamaan dan harmoni, Kudus akan semakin maju, aman, dan sejahtera,” tegasnya.
Nguri-nguri Budaya...
- 1
- 2



