Kebijakan 6 Hari Sekolah di Jateng: Pemprov Tampung Masukan, Berubah?
Muhamad Fatkhul Huda
Sabtu, 22 November 2025 15:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atau Pemprov Jateng menyatakan masih melakukan analisa dan mengkaji lebih dalam kebijakan 6 hari sekolah Jateng. Termasuk di antaranya mengkaji sederet polemiknya.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Jateng Sumarno usai menghadiri peringatan Milad ke- 113 Muhammadiyah, 18 November 1912 -18 November 2025, dan Milad ke -27 Universitas Muhammadiyah Kudus, Sabtu (22/11/2025).
”Ya, ini sebetulnya sedang dikaji untuk ide mengambil (enam hari) sekolah,” kata Sekda Sumarno.
Pemprov Jateng, sambung dia, juga akan menampung berbagai masukan terkait kebijakan 6 hari sekolah Jateng. Masukan dan usulan terkait kebijakan 6 hari sekolah itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengkajiannya.
”Kita akomodir, seperti apa keputusannya nanti,” ucapnya.
Sumarno menambahkan, setiap ada permasalahan di dunia pendidikan juga akan menjadi bahan evaluasi. Termasuk juga tentang masalah perundungan/bullying, termasuk yang terjadi melalui kanal internet.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Muti, juga angkat bicara mengenai polemik kebijakan 6 hari sekolah Jateng.
Mendikdasmen ikut berkomentar...
- 1
- 2



