Soal Proyeksi Taman Hutan Raya Muria, Peneliti Ingatkan Hal Ini
Muhamad Fatkhul Huda
Jumat, 28 November 2025 15:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia menekankan, sosialisasi harus mencakup pemahaman positif dan negatif, sehingga warga mengetahui manfaat, batasan, dan dampaknya.
”Kalau sampai ada penolakan, berarti sosialisasinya belum selesai. Oleh karen itu, sudah selayaknya para tim penelitian yang mencari data sebagai dasar peningkatan status harus dilakukan secara komprehensif, kalau perlu peneliti juga harus live in agar benar-benar melihat lanskap secara menyeluruh,” tambahnya.
Widjanarko mengutarakan, penetapan taman hutan raya diperlukan untuk memastikan fungsi kawasan lindung tetap terjaga. Namun ia mengingatkan terkait implementasinya tidak boleh mengabaikan struktur sosial desa-desa di kaki Muria.
Penerapan Tahura, harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat adat lokal.
”Kawasan sudah jelas yang harus dilindungi, tapi penataan harus tetap memberi ruang warganya. Kalau Tahura ini ingin berhasil, ia harus membumi,” pungkasnya.



