Mahasiswa UMKU Rancang Insenerator Sederhana, Kini Dimanfaatkan Warga
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 29 Desember 2025 15:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Terkait potensi penerapan di desa lain, bupati menekankan, kunci utama tetap pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.
”Fokusnya pilah sampah. Organik dan anorganik harus dipisahkan. Yang organik bisa dikelola, sedangkan anorganik bisa dimanfaatkan menjadi RDF,” katanya.
Senada dengan itu, Rektor UMKU Edy Soesanto mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan inovasi sederhana namun aplikatif. Ia berharap insinerator ini dapat direplikasi di berbagai wilayah.
”Ini bisa dicontoh di mana-mana karena tidak membutuhkan biaya besar. Tapi yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dengan baik,” ungkapnya.
Inovasi mahasiswa UMKU ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya solusi-solusi lingkungan berbasis desa, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Editor: Anggara Jiwandhana



