Mobil Warga Kedungsari Kudus Hanyut Terbawa Arus Sungai
Muhamad Fatkhul Huda
Minggu, 11 Januari 2026 19:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Satu unit mobil milik warga Dukuh Ngrandu, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hanyut terseret luapan aliran Sungai Setro pada Minggu (11/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto menjelaskan, mobil jenis Nissan Grand Livina warna silver dengan nomor polisi K 1609 GB milik Syuaib hanyut setelah arus Sungai Setro meluap dan menggenangi area permukiman warga.
”Akibat curah hujan yang cukup tinggi, debit air Sungai Setro meningkat dan meluap hingga masuk ke dalam rumah warga. Mobil korban yang terparkir di halaman depan rumah ikut terseret arus yang cukup deras,” ujar AKP Siswanto.
Ia menyebutkan, saat kejadian korban berada di dalam rumah bersama istrinya. Keduanya sempat mendengar suara gemuruh air dari arah sungai yang berada di samping rumah.
Tak lama kemudian, air meluap hingga setinggi sekitar satu meter dan langsung menghanyutkan kendaraan korban.
”Korban bersama istrinya sempat berupaya membuka pintu mobil untuk menyelamatkan kendaraan tersebut. Namun karena derasnya arus, mobil akhirnya hanyut terbawa aliran sungai,” jelasnya.
Meningkatkan Kewaspadaan...
Setelah kejadian, korban meminta bantuan warga sekitar untuk membersihkan sisa material yang terbawa luapan sungai.
AKP Siswanto menegaskan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 90 juta akibat hilangnya satu unit kendaraan roda empat.
”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Situasi selama penanganan juga berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan bencana agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan luapan sungai dan bencana alam lainnya.
Malam ini, beredar video yang menunjukkan mobil itu tersangkut di pepohonan. Namun, belum diketahui di mana lokasi tersangkutnya mobil itu.
Editor: Dani Agus



