Masih Terendam Banjir, Ribuan Warga Kudus Bertahan di Pengungsian
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 22 Januari 2026 20:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Bencana banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 2.104 jiwa masih mengungsi di sejumlah posko pengungsian.
Berdasarkan data dari BPBD Kudus pada Kamis (22/1/2026) pukul 17.00 WIB, masih terdapat 10 lokasi pengungsian yang masih menampung warga terdampak.
Mulai dari DPRD Kudus, Balai Desa Gulang, Kantor DPC PAN, Gedung NU Muslimat Loram Kulon, GKMI Tanjungkarang, Balai Desa Karangrowo, SD 1 Payaman, Gedung DPC PDIP Kudus, Balai Desa Jepang Pakis, hingga Pustu Tanjungkarang.
Meskipun demikian, sejumlah pokso pengungsian mulai ditinggalkan pengungsi. Seperti di Desa Jati Wetan yang semula menampung 131 pengungsi, kini sudah ditutup karena warga terdampak pulang ke rumah.
”Jati Wetan sudah pulang semua pengungsinya, kondisi banjir di sana sudah surut di pemukiman dan jalan. Meskipun masih ada beberapa titik yang tergenang,” ujar Kalakhar BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko, Kamis (22/1/2026).
Kondisi real time hari ini, beberapa desa yang awalnya terendam, genangan air mulai berkurang. Tercatat dari 38 desa yang terdampak, menyisakan 20 desa yang masih terendam air.
Kalakhar BPBD menyebutkan, di Desa Karangrowo, Undaan, air sudah mulai berkurang sekitar 20 sentimeter. Diperkirakan dalam waktu dekat, apabila cuaca memungkinkan, genangan air di pemukiman warga sudah mulai menyusut.
”Di daerah Payaman dan Karangrowo itu memang cekungan ya, jadi agak lama air bisa surut. Kalau ke depan curah hujan tidak terlalu lebat dan terjadi dalam waktu lama, maka air bisa segera surut,” tegasnya.
Bencana Dampak Cuaca Ekstrem...
- 1
- 2



