Hari Gizi Nasional, Pemkab Kudus Masih Punya PR Stunting
Muhamad Fatkhul Huda
Rabu, 11 Februari 2026 16:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Memperingati Hari Gizi Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk mewujudkan zero stunting. Saat ini angka stunting di Kudus masih mencapai 1.954 anak.
Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endhayani mengatakan, angka tersebut mengalami penurunan prosentase setiap tahunnya. Namun, itu belum sepenuhnya selesai karena pihaknya menargetkan bisa mencapai zero stunting.
”Meskipun ada penurunan tapi kita tetap harus melihat dan memantaunya. Kini fokus utama ada mengantisipasi agar tidak ada angka baru lagi,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Ia membeberkan, fenomena stunting di Kabupaten Kudus hampir terjadi merata di seluruh kecamatan. Namun, dalam beberapa kasus terdapat indeks yang lebih dominan yakni di Kecamatan Dawe dan Undaan.
Menurutnya, stunting bisa terjadi karena beberapa faktor, baik secara internal maupun eksternal. Pola asuh anak, kadar gizi dalam makanan, atau memang anaknya yang juga susah makan.
”Banyak persoalannya, kadang orang tua berpikir, yang penting anaknya kenyang, tidak memikirkan nilai gizinya. Oleh karena itu, perlu kita intervensi bagaimana melakukan pola asuh yang baik, memberikan makanan bergizi, cara mengolahnya gimana,” sebutnya.
Kolaborasi...
- 1
- 2



