Hari Gizi Nasional, Pemkab Kudus Masih Punya PR Stunting
Muhamad Fatkhul Huda
Rabu, 11 Februari 2026 16:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pihaknya terus meningkatkan kolaborasi dengan lintas sektora untuk menganalisa penyebab-penyebab stunting di beberapa kasus. Dengan tujuan agar mampu menelurkan solusi nyata untuk mengentaskan persoalan stunting di Kudus.
Endhah turut menyebutkan, saat ini di Kabupaten Kudus sudah membuka kedai balita di sembilan kecamatan. Kedai balita tersebut menjadi layanan terpadu untuk pemenuhan gizi mulai dari segi penyediaan asupan makanan hingga pengecekan pertumbuhan anak.
Meskipun saat ini dinilai belum optimalkan, ia tetap optimistis mampu meningkatkannya ke depan. Melalui pelatihan-pelatihan untuk pengelola, inovasi menu, dan pengolahan makanan bergizi diharapkan menjadi penunjang.
Selain itu, posyandu-posyandu juga dikerahkan agar memberikan andil dalam upaya penanganan stunting.
Pemkab juga akan bekerjasama dengan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus untuk turun ke sekolah-sekolah. Kesempatan ini digunakan untuk memberikan edukasi kepada remaja-remaja agar mempersiapkan diri sebelum memiliki anak.
”Selain itu kita juga harus bisa mengawali pencegahan stunting dari ibunya, kita pastikan ibunya sehat, hamil dirumati bener-bener,” pungkasnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



