Setahun Samani-Bellinda, Sektor Ini Masih Jadi Tantangan di Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 24 Februari 2026 19:21:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Selain investasi besar, Pemkab juga mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya bagi generasi muda dan generasi Z. Pemerintah menyiapkan pelatihan, bantuan permodalan, hingga pendampingan pengurusan izin seperti sertifikasi halal, PIRT, dan BPOM.
”Kita ingin anak-anak muda punya ruang untuk berusaha. Perizinan kita kawal supaya mereka nyaman menjalankan usaha,” tambahnya.
Di sisi fiskal, Samani menyebut Pemkab melakukan digitalisasi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menaikkan tarif pajak atau retribusi. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebocoran dan penyalahgunaan.
”Dulu PAD kita sekitar Rp 500 miliar, sekarang sudah Rp 730 miliar. Mudah-mudahan ke depan bisa tembus Rp1 triliun,” pungkasnya.
Tantangan lainnya, yakni sektor lingkungan. Samani mengakui penanganan sampah di Kudus masih belum maksimal dan baru mencapai sekitar 60–65 persen.
Pemkab terus berupaya meningkatkan capaian tersebut melalui optimalisasi fasilitas di TPA, termasuk pemanfaatan RDF serta dukungan pengolahan sampah organik swasta.
”Harapannya, dengan RDF di TPA dan pengolahan sampah organik yang dilakukan pihak swasta, penanganan sampah di Kudus bisa lebih baik,” katanya.
Editor: Zulkifli Fahmi



