Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – SMK Muhammadiyah Undaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menolak distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penolakan itu bukan tanpa dasar, sekolah memiliki pertimbangan tersendiri dalam mengambil langkah ini.

Kepala SMK Muhammadiyah Undaan, Abdul Rozzaq Zain Albadan menyatakan, sekolah menolak penyaluran MBG, mengingat waktu belajar mengajar selama puasa itu singkat.

Dengan adanya pembagian MBG yang membutuhkan waktu dapat mengurangi jam efektif belajar siswa.

”Pembagian MBG butuh waktu 30 hingga 60 menit, sehingga ini dapat mengurangi waktu efektif belajar, karena saat puasa kan jadi lebih singkat ya,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, pendistribusian MBG selama Ramadan berpotensi mengganggu ibadah dari para siswa. Ia menceritakan, sebelum ada program MBG, banyak siswa yang sering mokel (sengaja membatalkan puasa).

Mengingat hal tersebut, penyaluran MBG saat puasa dapat menambah alasan anak-anak tidak berpuasa.

”Kami menghindari kalau tanpa MBG saja anak-anak masih sembunyi-sembunyi ke warung, ini ada megang makanan walaupun kering tapi kan siap dimakan juga, kemudian mereka pulang berseragam motor sambil nyemil dan gerogoti pir dan apel. Kita kewalahan untuk itu, apa kata orang,” terangnya.

SMK Muhammadiyah Undaan telah menolak pendistribusian MBG sejak sekolah aktif dari libur awal Ramadan, tepatnya 23 Februari 2026. Rozzaq menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPG terkait mengenai hal ini.

Beri Usulan Lain... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler