Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menyoroti konflik timur tengah antara AS-Israel dengan Iran. Ia mendesak negara-negara tersebut segera mungkin menghentikan konflik peperangan.

Mendikdasmen RI itu menyebutkan situasi dunia yang dipenuhi dengan konflik sangat berdampak buruk bagi manusia. Keberlanjutan hidup termasuk dalam beragama dapat terganggu atas ketidakstabilan tersebut.

”kami mendesak kepada para pimpinan negara-negara yang selama ini bertikai, terutama Amerika Serikat dan Israel, untuk menghentikan semua bentuk kekerasan yang mereka lakukan atas nama apapun. Begitu juga dengan Iran untuk juga dapat menahan diri sehingga perang ini dapat segera diatasi” ujarnya usai Salat Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Jumat (20/3/2026).

Ia berharap, konflik global itu sesegera mungkin diatasi oleh pihak-pihak yang berkonflik. Negara-negara tersebut harus menahan diri dan menghentikan segala bentuk agresi yang dilakukan.

Prof Mu'ti mengingatkan, konflik yang berkepanjangan itu telah menimbulkan kerusakan-kerusakan baik secara materiil maupun korban jiwa.

”Dampak dari perang itu sudah sangat terlihat, yaitu terbunuhnya masyarakat yang tidak berdosa dan juga kerusakan, baik kerusakan alam maupun kerusakan infrastruktur yang membutuhkan waktu sangat lama untuk memperbaikinya. Menimbulkan korban jiwa manusia tidak berdosa,” jelasnya.

Harapannya, dampak perang itu tidak menjalar ke Indonesia. Ketegangan di timur tengah tidak mengganggu kerukunan hingga menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia.

Prof Mu’ti mengajak kepada seluruh pihak agar senantiasa menjaga kerukunan, persatuan. Menurutnya kedua hal tersebut adalah modal sosial dan politik yang sangat penting bagi Indonesia.

”Mari kita jaga kerukunan, mari kita jaga persatuan, karena rukun dan bersatu adalah modal sosial dan modal politik yang sangat penting untuk kita membangun Indonesia menjadi negara yang hebat, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler