Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Seorang siswa SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Muhammad Rafif Arsya Maulidi nekat menyurati Presiden Prabowo Subianto.

Dalam suratnya, ia menyatakan menolak menerima MBG untuk dirinya. Ia bahkan meminta Prabowo agar anggaran dari jatah MBG miliknya dialihkan.

Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” tulis Arsya dalam suratnya, seperti dikutip Murianews.com, Jumat (3/4/2026).

Arsya juga mengungkapkan hitungan sederhana dari satu menu MBG yang diterimanya. Ia menyebut, dalam 18 bulan, anggaran satu menu jatah MBG miliknya itu mencapai Rp 6.750.000.

Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000),” ungkapnya.

Menurutnya, angka tersebut mungkin tak mengubah banyak hal. Namun, dengan anggaran tersebut dapat dijadikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi guru.

Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja,” imbuhnya.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler