Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada triwulan I 2026 menunjukkan capaian yang bervariasi.

Kontribusi terbesar masih ditopang oleh sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT), disusul bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), hingga yang paling kecil dari mineral bukan logam dan batuan (MBLB).

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Djati Solechah menyampaikan, capaian triwulan pertama ini masih berada dalam koridor yang wajar.

”Beberapa jenis pajak memang memiliki pola penerimaan musiman. Kami optimistis target tahunan dapat tercapai dengan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang terus dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan data BPPKAD hingga 31 Maret 2026, realisasi PBJT menjadi penyumbang tertinggi dengan nilai lebih dari Rp 25,25 miliar atau sekitar 24,29 persen dari target tahunan.

Di dalamnya, pajak tenaga listrik menjadi kontributor dominan dengan capaian Rp 19,70 miliar, diikuti makanan dan minuman serta jasa perhotelan. Posisi kedua ditempati BPHTB yang mencatat realisasi sebesar Rp 14,10 miliar atau 29,70 persen dari target.

Sementara itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyusul dengan capaian Rp 17,44 miliar atau 22 persen, menunjukkan stabilitas penerimaan dari sektor kendaraan.

Di sisi lain, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih relatif rendah pada awal tahun dengan realisasi Rp 2,86 miliar atau 5,17 persen.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News