Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Banyak kisah menarik dan inspiratif di antara mereka yang bisa menunaikan ibadah haji tahun 2026. Salah satunya adalah Mbah Kariyem, penjual buah gayam asal Dusun Gayas, Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Perempuan berusia 71 tahun itu akan berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji tahun 2026 ini. Ia tergabung dalam kloter ke-29 dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 30 April 2026 mendatang.

Perjuangan Mbah Kariyem untuk dapat berangkat menunaikan rukun Islam kelima tidaklah mudah. Ibu lima anak itu harus menabung mengumpulkan dana haji selama bertahun-tahun usai suaminya meninggal puluhan tahun lalu.

Nenek 12 cucu itu tentu sangat bersyukur masih diberi kesempatan berangkat ke Tanah Suci di usianya yang sudah kepala tujuh.

Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa berangkat haji tahun ini. Gusti Allah masih memberi kesempatan saya untuk berangkat ke Makkah,” katanya, Jumat (3/4/2026).

Ia pun memohon doa agar diberikan kelancaran selama proses berangkat hingga kepulangan. Kemudian juga tentu agar menjadi haji yang mabrur.

“Saya mohon doanya agar diberi kelancaran, kesehatan dan menjadi haji mabrur,” imbuhnya.

Sadino, salah satu anak Kariyem menceritakan, sang ayah meninggal pada 1992 saat usianya baru 1,5 tahun. Sejak itu, sang ibu berjuang seorang diri membesarkan lima anak.

“Bapak meninggal saat saya masih bayi, tahun 1992, mungkin saya baru usia 1,5 tahun. Setelah itu tidak menikah lagi,” ujar dia.

Hasil Menjual Gayam Tak Menentu... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News