Info Haji 2026
Kisah Nenek Pedagang Keliling Pati: Nabung Uang Ribuan Demi Naik Haji
Umar Hanafi
Jumat, 3 April 2026 17:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Butuh perjuangan panjang bagi Mbah Sarmi untuk bisa naik haji. Warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati itu hidup dari keluarga sederhana hingga sukses dan bisa masuk rombongan jemaah haji tahun 2026.
Mbah Sarmi tak mengingat kapan ia lahir. Dirinya tidak sempat menghitung usianya. Namun, ingatannya tentang perjuangan hidup masih jelas.
”Kalau usia ndak tahu. Kapan lahirnya ya ndak tahu. Tapi kalau di data itu saya sudah berusia 70 tahun,” ujar Mbah Sarmi.
Ia pun menceritakan sepenggal kisah hidupnya. Dirinya sejak kecil sudah dididik dengan kasih sayang dan disiplin oleh neneknya. Didikan disiplin ini membentuknya menjadi wanita tangguh.
Masa kanak-kanak umumnya dihabiskan untuk bermain bagi kebanyakan orang. Namun tidak bagi Mbah Sarmi. Dirinya sudah diajak berdagang keliling oleh neneknya. Mentalnya berdagang pun terpupuk sejak kecil.
”Awal mula pedagang ikan keliling. Sejak kecil berdagang ikut nenek,” kata dia.
Hingga akhirnya dirinya berdagang keliling secara mandiri. Mbah Sarmi keliling dari kampung ke kampung menjajakan dagangannya. Panas terik matahari dan hujan tak membuatnya mengeluh.
Singkat cerita, akhirnya, dirinya berdagang menatap di salah satu pasar di Kecamatan Sukolilo. Sejak fajar tiba dirinya bersiap-siap untuk ke pasar. Ia pulang ketika menjelang waktu salat dzuhur.
”Dulu berdagang di pasar mulai jam 05.00 WIB sampai 11.00 WIB,” tutur dia.
Tabung Mulai 2012...
- 1
- 2



