Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kariyem berjuang menghidupi lima anaknya dengan berjualan apa saja, sebelum akhirnya memilih menetap berjualan buah gayam saja.

Gayam menjadi buah yang populer di dusun Gayas dan sekitarnya karena banyak tumbuh di pekarangan. Pohon buah gayam sangat keras batangnya dan biasa dijadikan kayu bakar untuk memasak.

Besar buah gayam umumnya kira-kira tiga jari orang dewasa, cukup keras dan bisa dimakan usai direbus. Masyarakat sekitar lumayan menggemari buah gayam sehingga cukup laku dijual.

Hasil dari menjual gayam tak menentu. Namun belakangan Kariyem mampu membawa pulang Rp 100 ribu sekali jalan.

Tak setiap waktu ia menjual gayam. Bila sedang tidak musim, ia menjual getuk dan juga kacang rebus.

”Kalau gayam bisa sampai Rp 100 ribu. Kalau sedang tidak musim gayam, ya jualan getuk dan kacang rebus, dapatnya mungkin hanya Rp 50 ribuan,” imbuhnya.

Mbah Kariyem mendaftar nomor porsi haji pada 2012 silam. Saat itu, selain uang hasil menabungnya sendiri, anak-anaknya juga ikut iuran untuk menggenapi dana pendaftaran nomor porsi haji.

”Daftarnya tahun 2012, sekitar Rp 25 juta. Sebagian dari bantuan anak-anak. Tapi setelah ibu punya uang lagi, uang itu ada yang dikembalikan ke kami,” kata dia.

Namun, saat pelunasan tahun ini, seluruhnya merupakan uang hasil keringat Mbah Kariyem sendiri. Sadino menyebutkan, sekitar 80 persen merupakan uang hasil jerih payah sang ibu.

“Kami hanya membantu sebagian kecil, sekitar 75 persen sampai 80 persen dari uang ibu sendiri,” bebernya.

Badan Pengelola Keuangan Haji... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News