”Capaian tersebut menjadi modal strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan pengembangan pendidikan tinggi ke depan,” jelasnya.
Sebanyak 19 naskah kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi dan roadmap dalam menjawab tantangan global, memperkuat inovasi akademik, serta mendukung transformasi UIN Kudus menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing internasional.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran akademisi dalam mendukung pembangunan nasional melalui kontribusi pemikiran strategis dan kebijakan yang berorientasi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Murianews, Kudus – Rektor Univesitas Islam Negeri Sunan Kudus (UIN Kudus) Prof Abdurrohman Kasdi menyodorkan roadmap kebijakan publik strategis untuk masa depan bangsa.
Perencanaan strategis itu disampaikan saat mengikuti Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) yang resmi ditutup Kamis (4/6/2026).
Selama sekira 3,5 bulan mengikuti program tersebut, Abdurrohman berhasil menyusun 19 naskah kebijakan publik strategis. Naskah tersebut membahas beragam isu penting bagi masa depan bangsa.
Analisis strategi itu disusun melalui bermacam rekomendasi kebijakan dan disusun berdasarkan pendekatan multidisipliner serta perspektif ketahanan nasional.
Naskah-maskah tersebut mencakup tema strategis seperti paradigma ketahanan nasional, dinamika geopolitik global, tata kelola pemerintahan, transformasi digital.
Kemudian, ketahanan pangan dan energi, penguatan integritas pemimpin, hingga pengembangan kepemimpinan visioner berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Gagasan Strategis...
Abdurrohman mengatakan, penyusunan naskah kebijakan menjadi bagian penting dalam program P3N di Lemhannas RI itu. Para peserta pun didorong menerjemahkan gagasan strategis menjadi rekomendasi yang aplikatif dan relevan bagi kepentingan nasional.
”Setiap kebijakan harus mampu menjawab tantangan bangsa secara komprehensif, tidak hanya untuk kebutuhan saat ini tetapi juga untuk kepentingan jangka panjang Indonesia,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Selama mengikuti P3N, ia mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, geopolitik global, kepemimpinan strategis, manajemen krisis, transformasi digital, hingga berbagai isu kontemporer yang memengaruhi ketahanan nasional.
Seluruh materi yang disampaikan dipadukan dalam pendekatan Astagatra yang menjadi fondasi analisis Lemhannas RI.
19 Naskah...
”Capaian tersebut menjadi modal strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan pengembangan pendidikan tinggi ke depan,” jelasnya.
Sebanyak 19 naskah kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi dan roadmap dalam menjawab tantangan global, memperkuat inovasi akademik, serta mendukung transformasi UIN Kudus menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing internasional.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran akademisi dalam mendukung pembangunan nasional melalui kontribusi pemikiran strategis dan kebijakan yang berorientasi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Editor: Zulkifli Fahmi