Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Rio menargetkan capaian itu pada 2027 dan budidaya udang galahnya dapat berkembang pesat. Ia pun berharap dari tanah Muria dapat menghasilkan panen udang galah.

”Sebetulnya bisa kita jual, tapi saat ini masih butuh indukan karena targetnya 2027 kita sudah berkembang pesat. Terakhir panen kemarin bisa mencapai 1.500 ekor. Cita-citanya kita bisa ekspor lah, karena saya dulu pernah pengalaman ekspor,” jelasnya.

Founder Ngramen Farm, Rio Krisdian (oranye) saat meninjau kolam udang galah, Senin (8/6/2026). (Murianews/Muhamad Fatkhul Huda)

Udang galah, katanya, jenis udang yang khas dari Indonesia, Thailand, dan wilayah Asia Tenggara. Udang jenis ini memang khusus untuk budidaya air tawar sehingga cocok dilakukan di wilayah bukan pantai.

Proses pembibitan hingga panen itu ditaksir memakan waktu selama enam bulan. Kendala yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah masalah suhu dan pakan.

”Di daerah sini itu suhunya dingin, udang ini butuh suhu yang agak panas untuk tumbuh kembangnya. Kalau terlalu dingin dia tidak mau makan,” ungkapnya.

Gandeng UIN Sunan Kudus... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler