Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Didik Tri Prasetiyo menekankan optimismenya akan perubahan perilaku yang dapat dilakukan secara masif. Ia menyampaikan, persoalan sampah membutuhkan upaya komprehensif mulai hulu sampai hilir.
”Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci yang membuka rantai solusi agar kebijakan dan program pengelolaan sampah dapat berjalan efektif. Dalam rangka memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat setiap langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak yang besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan. Gerakan Kudus ASIK dapat menjadi katalis perubahan perilaku di masyarakat asalkan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Adapun inovasi ini merupakan bagian dari salah satu inisiatif yang secara konsisten BLDF gaungkan sejak 2022, yakni Kudus ASIK dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah organik berbasis digital yang menyasar kepada generasi muda.
Komitmen ini juga diwujudkan antara lain melalui pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah Organik atau PPO di Djarum Oasis. Inisiatif tersebut turut melibatkan peran aktif masyarakat serta berkolaborasi dengan 525 mitra yang terdiri dari rumah makan, pasar tradisional, masyarakat desa, hotel, korporasi dan sektor lainnya. Hasilnya, 50 ton sampah berhasil kami himpun setiap harinya.
Murianews, Kudus – Pelaksanaan Lomba Keluarga ASIK (Apik dan Resik) di Kabupaten Kudus 2026 telah final. Lomba ini bukan hanya soal menang dan kalah, tapi sebagai sarana edukasi dalam memperbaiki lingkungan dari tingkat keluarga.
Kegiatan yang digelar sejak Desember 2025 melalui aksi kolaborasi antara Pemkab Kudus dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) diinisiasi oleh oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Melalui gerakan Kudus ASIK, sejumlah program edukatif terkait pengelolaan sampah berkelanjutan digalakkan. Sebanyak 150 kader PKK mengikuti sosialisasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.
BLDF juga memfasilitasi empat kelas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK dalam mengelola sampah pada Januari 2026.
Sementara mengenai Lomba Keluarga ASIK, terpilih 16 pemenang yang telah berpartisipasi dalam sosialisasi maupun menerapkan langkah sederhana pemilahan sampah guna mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Penilaian dilakukan intensif pada 27-30 April 2026. Nominasi ini terdiri atas 8 kelompok kategori Rintisan Baru dan 8 kelompok kategori Eksisting dan berhak maju ke tahapan verifikasi lapangan (field verification).
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menyatakan, keluarga merupakan fondasi utama dari pembentukan karakter generasi mendatang. Kesuksesan atas perubahan perilaku bermula dari keluarga dan peran seorang ibu.
”Tentu saja ini yang menjadi semangat kami untuk terus berupaya menghadirkan inisiasi positif dan edukatif sehingga menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Lebih dari 56 konten yang berasal dari seluruh elemen masyarakat dari tingkat kelurahan hingga keluarga yang berpartisipasi menandakan antusiasme sangat tinggi,” jelasnya.
Harapan...
Harapannya, melalui aksi ini dapat diproduksi ulang di berbagai daerah agar semangat mencintai lingkungan semakin mengudara.
Dalam kesempatan ini, BLDF juga meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis titik penjemputan sampah di Kudus. Terdapat 525 titik strategis yang dapat dimanfaatkan untuk penjemputan sampah terutama organik.
BLDF menyediakan 10 armada untuk menjemput sampah yang terkumpul setiap harinya mulai dari yang terdekat hingga terjauh dari Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum. Dalam pelaksanaannya, 1 armada mampu mengangkut 70-120 tong sampah per hari dengan operasional pada pukul 07.00-15.00 WIB.
”Inovasi ini merupakan salah satu komitmen BLDF dalam penguatan digital, utamanya dalam mendukung visi Pemkab Kudus dalam mewujudkan Kudus yang lebih bersih, sejahtera, dan berkelanjutan. Hadirnya peta digital ini diharapakan mampu memudahkan masyarakat Kudus untuk menemukan titik-titik pengumpulan sampah, sehingga nantinya mendorong kebiasaan memilah sampah,” terangnya
Sementara itu, Bupati Kudus, Samani Intakoris memberikan apresiasi atas upaya BLDF yang terus mendukung Pemkab Kudus menjadikan kota ini asri dan berkelanjutan.
”Kegitan ini merupakan langkah kreatif yang patut dibanggakan, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kolaborasi dengan Djarum Foundation untuk melestarikan lingkungan di Kudus merupakan aksi yang tepat sasaran. Ini bukan sekedar menyebarluaskan pemahanan tapi juga membangun kesadaran terhadap upaya
menjaga lingkungan bagi seluruh masyarakat,” tegasnya
Ia menambahkan, apresiasi dalam Lomba Keluarga ASIK tidak hanya ditujukan bagi pemenang. Keberhasilan gerakan ini pun tidak terlepas dari peran semua ekosistem yang terus bekerja secara konsisten, mulai dari OPD tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat.
Optimis...
Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Didik Tri Prasetiyo menekankan optimismenya akan perubahan perilaku yang dapat dilakukan secara masif. Ia menyampaikan, persoalan sampah membutuhkan upaya komprehensif mulai hulu sampai hilir.
”Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci yang membuka rantai solusi agar kebijakan dan program pengelolaan sampah dapat berjalan efektif. Dalam rangka memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat setiap langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak yang besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan. Gerakan Kudus ASIK dapat menjadi katalis perubahan perilaku di masyarakat asalkan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Adapun inovasi ini merupakan bagian dari salah satu inisiatif yang secara konsisten BLDF gaungkan sejak 2022, yakni Kudus ASIK dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah organik berbasis digital yang menyasar kepada generasi muda.
Komitmen ini juga diwujudkan antara lain melalui pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah Organik atau PPO di Djarum Oasis. Inisiatif tersebut turut melibatkan peran aktif masyarakat serta berkolaborasi dengan 525 mitra yang terdiri dari rumah makan, pasar tradisional, masyarakat desa, hotel, korporasi dan sektor lainnya. Hasilnya, 50 ton sampah berhasil kami himpun setiap harinya.
Editor: Anggara Jiwandhana