Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Seorang bocah SD kelas IV hamil empat bulan gegara disetubuhi siswa SMP kelas 7. Ironi ini pun membuat geger publik Blora.

Kehamilan bocah SD itu mulanya tak disadari oleh kedua orang tuanya. Hingga, si bocah pun sering mengeluhkan sakit. Orang tua si bocah pun membawanya ke Puskesmas untuk diperiksa.

Bak tersambar petir di siang bolong, paramedis Puskesmas pun menjelaskan jika si bocah tengah hamil. Bahkan, kehamilannya diperkirakan sudah berjalan di usia empat bulan.

Kabar menyayat hati itu pun ternyata cepat menyebar dan menghebohkan publik. Dinas Pendidikan Kabupaten Blora akhirnya turun tangan.

Baca: BLT BBM Disunat, Bupati Blora Angkat Bicara

Mereka mendatangi rumah bocah SD itu untuk menanyakan kebenaran dari kabar tersebut. Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Widodo membenarkan murid SD tersebut hamil.

”Memang benar kejadian itu. Salah satu siswa SD hamil, berhubungan dengan salah satu siswa SMP. Itu benar adanya," ujarnya, dikutip dari SindoNews, Sabtu (1/10/2022).Di kesempatan itu, ia mengatakan pihaknya tetap harus memperhatikan nasib pendidikan anak itu. Masalah teknisnya, nanti dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk tetap memperhatikan nasib pendidikan bocah tersebut.Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Sugiyarto menyatakan tidak ingin nasib anak tersebut menjadi korban perundungan di sekolah. Dia bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Blora secara intens memantau perkembangan nasib anak tersebut.Terkait masalah pendidikan, Sugiyarto akan berkoordinasi dengan orang tua korban dan Dinas Sosial Kabupaten Blora untuk tetap mengusahakan agar kedua anak tersebut tetap sekolah. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: SindoNews

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler