Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam melalui seismograf adanya APG tersebut. Dalam rekamannya amplitudo maksimal 40 milimeter dan berdurasi lebih dari 30 menit.

Sementara untuk tinggi kolom abu dan jarak luncur APG tidak bisa terlihat secara kasat mata lantaran gunung tertutup kabut.

”Telah terjadi APG Gunung Semeru pukul 04.04 WIB,” kata petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru di Gunung Sawur Ghufron Alwi, mengutip Kompas.com, Minggu (26/2/2023).

Baca: Gunung Semeru Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1,5 Kilometer

Dia juga mengatakan, tidak tampaknya luncuran APG harus diwaspadai oleh warga yang berada di lereng Gunung Semeru. Sebab, diperkirakan APG turun bersamaan dengan banjir lahar dingin Gunung Semeru.

”APG kemungkinan bercampur aliran lahar. Jarak luncur tidak diketahui karena visual gunung tertutup kabut,” tambahnya.Warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 13 kilometer dari puncak sepanjang Besuk Kobokan.Selain itu, di sepanjang aliran sungai yang dialiri lahar dalam radius 17 kilometer, warga diminta tidak dalam radius 500 meter dari bibir sungai karena dikhawatirkan terjadi perluasan APG maupun lahar dingin. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler