Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Langit malam menutupi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di antara lapak-lapak Dandangan, Masrub tampak merapikan kereweng satu per satu.

Ia meletakkan alas seadanya di sudut lapak. Dengan itulah pedagang asal Bojonegoro ini tidur setiap malam selama Dandangan berlangsung.

”Saya datang dari Rabu. Tidurnya ya di sini, di tempat jualan,” kata Masrub, saat ditemui Murianews.com.

Sudah 20 tahun Masrub rutin datang ke Kudus setiap Dandangan digelar. Sehari-hari ia adalah petani. Namun, setahun sekali ia meninggalkan sawahnya, menyewa truk tetangga, dan membawa kereweng tanah liat untuk dijual di Dandangan.

Kereweng yang dijual Masrub sebagian dibuat sendiri. Tanah liat diambil dari alas (hutan), dibentuk dengan tangan, ditempel dan diukir satu per satu, lalu dibakar hingga matang. Proses pembakaran menjadi tahap paling krusial.

”Kalau bakarannya kurang tua, takutnya hancur. Tapi kalau matang betul, awet, kena hujan juga aman,” ujarnya.

Kereweng itu kemudian dicat dengan motif khas. Menurut Masrub, corak tersebut sudah digunakan sejak dulu.

Harga yang dipatok pun beragam, mulai dari Rp 3 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp 200 ribu untuk ukuran paling besar.

”Yang kecil biasanya dibeli anak-anak. Orang tua kadang beli yang besar buat pajangan,” katanya.

Tak Selalu Ramai...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler