Untuk tren utama busana muslim tahun ini didominasi busana keluarga, hingga hijab warna-warna lembut. Pemilik Yuniar Distributor di Blok A Pasar Kliwon, Eros Yuniar, mengatakan lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak beberapa pekan lalu.
”Sekitar satu bulan sebelum puasa sudah mulai ramai dan pembelian naik. Sekarang yang paling dicari sarimbit family set,” ujar Eros Yuniar, salah satu pedagang di Pasar Kliwon, Sabtu (14/2/2026).
Ia menyebut berbagai merek busana muslim seperti Nadheera, Arabelle, Latisza hingga Ar Rafi menjadi buruan pembeli. Selain set keluarga, model gamis modern juga banyak diminati.
”Selain sarimbit ada kaftan, tyla, dan model-model baru karena kami pegang banyak brand, seperti Serenata, Aswararayya sampai Sahara Dress. Biasanya yang paling laku Arabelle sama Nadheera,” jelasnya.
Menurutnya, pedagang sudah menyiapkan stok busana muslim jauh hari untuk menghadapi Ramadan. Sehingga lonjakan pembeli bisa dikatakan tetap bisa terpenuhi.
”Untuk pasokan aman, sekitar lima bulan sebelum puasa kami sudah banyak PO,” tambahnya.
Murianews, Kudus – Aktivitas jual beli busana muslim di Pasar Kliwon Kudus, Jawa Tengah, mulai menggeliat menjelang Ramadan 2026. Sejumlah pedagang mengaku, peningkatan pembelian sudah terasa bahkan sejak satu bulan sebelum puasa.
Untuk tren utama busana muslim tahun ini didominasi busana keluarga, hingga hijab warna-warna lembut. Pemilik Yuniar Distributor di Blok A Pasar Kliwon, Eros Yuniar, mengatakan lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak beberapa pekan lalu.
”Sekitar satu bulan sebelum puasa sudah mulai ramai dan pembelian naik. Sekarang yang paling dicari sarimbit family set,” ujar Eros Yuniar, salah satu pedagang di Pasar Kliwon, Sabtu (14/2/2026).
Ia menyebut berbagai merek busana muslim seperti Nadheera, Arabelle, Latisza hingga Ar Rafi menjadi buruan pembeli. Selain set keluarga, model gamis modern juga banyak diminati.
”Selain sarimbit ada kaftan, tyla, dan model-model baru karena kami pegang banyak brand, seperti Serenata, Aswararayya sampai Sahara Dress. Biasanya yang paling laku Arabelle sama Nadheera,” jelasnya.
Menurutnya, pedagang sudah menyiapkan stok busana muslim jauh hari untuk menghadapi Ramadan. Sehingga lonjakan pembeli bisa dikatakan tetap bisa terpenuhi.
”Untuk pasokan aman, sekitar lima bulan sebelum puasa kami sudah banyak PO,” tambahnya.
Online...
Penjualan busana muslim juga dilakukannya online melalui live TikTok setiap hari di akun @yuniardistributorkudus dan secara offline langsung di Pasar Kliwon. Sedangkan harga busana muslim dan gamis bervariasi mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta per potong.
”(Untuk Pembelian) Online biasanya kami tutup sekitar dua minggu sebelum Lebaran, karena pengiriman overload,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, pedagang hijab di Blok C Lantai 1 Pasar Kliwon, Hanik, yang merupakan pemilik Kios Aulia Hijab, juga merasakan peningkatan pembelian. Menurutnya, untuk pembelian busana muslim dan gamis jelang Ramadan, tahun ini lebih ramai.
”Sekitar satu bulan ini sudah ramai. Tahun ini terasa lebih ramai dibanding tahun lalu,” ucapnya.
Ia menyebut tren hijab tahun ini didominasi pashmina bahan rayon tencel. Kelengkapan busana muslim jenis itu banyak diburu para pembeli jelang Ramadan ini.
”Yang paling laris warna ivory, biscuit, dan mahogany, pokoknya warna kecokelatan. Tahun kemarin burgundy,” jelasnya.
Meski demikian, jenis lain seperti bergo dan hijab segi empat tetap diminati. Salah satunya dari brand Hijabers.
”Semua merata, tapi pashmina lebih dicari anak muda,” tambahnya.
Harga Grosir...
Harga hijab grosir di toknya sekitar Rp 25 ribu per potong dan ecer Rp 45 ribu per potong. Pihaknya juga mengaku ada kenaikan harga sekitar Rp2 ribu karena pengaruh tren media sosial. Omzet penjualan busana muslim tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain hijab, mukena travelling juga banyak diburu menjelang Ramadan. Paling laris adalah mukena travelling, yang satu setnya dibandrol sekitar Rp 65 ribu. Di sini juga jadi pusat oleh-oleh haji dan umrah karena barangnya lengkap.
Mayoritas pembeli busana muslim di Pasar Kliwon Kudus, justru datang dari luar daerah seperti Pati, Demak, Semarang, Rembang, Surabaya hingga Bojonegoro. Bahkan banyak yang membeli minimal lima kodi untuk dijual kembali secara online.
Salah satu pembeli, Dina Aulia, warga Demak, mengaku sengaja datang ke Pasar Kliwon karena modelnya lebih lengkap. Dirinya segaja datang ke Kudus untuk membeli sejumlah busana muslim.
”Di sini pilihannya banyak dan modelnya lebih baru. Saya cari sarimbit keluarga buat lebaran sama pashmina karena lagi viral,” ujarnya.
Para pedagang memperkirakan penjualan busana muslim akan terus meningkat hingga mendekati lebaran. Terutama untuk pembelian langsung di Pasar Kliwon.
Reporter: Wiwid Widia Yulhendrik
Editor: Budi Santoso