Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Menjelang pelaksanaan tradisi Sewu Kupat, warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar tirakatan berupa manakiban dan ziarah ke Makam Sunan Muria, Jumat (27/3/2026) malam.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Dawe Dian Noor Tamzis Hanafi serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Colo, Mujiono.

”Manakiban ini sebagai bentuk doa bersama agar acara besok bisa berjalan lancar,” kata Ketua Karang Taruna Desa Colo sekaligus Ketua Pelaksana Sewu Kupat, Wahyu Handoyo.

Rangkaian tirakatan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Muria. Dalam prosesi itu, terdapat agenda simbolis berupa peletakan pataka atau tongkat yang berisi gulungan tembang.

Camat Dawe, Dian Nur Tamzi Hanafi, menjelaskan tirakatan dan manakiban dalam rangkaian Sewu Kupat memiliki makna sebagai bentuk pelestarian tradisi yang telah diwariskan para ulama, khususnya Sunan Muria.

Menurutnya, tradisi Sewu Kupat merupakan pengembangan dari kebiasaan kupatan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah di masing-masing wilayah, kemudian disatukan dalam satu perhelatan besar.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler