BPS Kudus: Hari Kekayaan Holistik Momentum Ingatkan Hal Penting Ini
Murianews
Kamis, 9 April 2026 15:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Hari Kekayaan Holistik Global (Global Holistic Wealth Day) yang diperingati setiap 9 April, menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat, kesejahteraan tidak hanya diukur dari materi.
Koordinator Tim Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jarot Kurniawan menilai saat ini, masyarakat masih cenderung memaknai kesejahteraan dari kepemilikan harta benda.
”Kalau secara umum, masyarakat melihat orang sejahtera itu yang hartanya banyak, punya rumah bagus, kendaraan bagus. Cara pandang sekarang masih material,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, dalam konsep kesejahteraan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi indikator utama. Kebutuhan tersebut mencakup sandang, pangan, papan, hingga akses pendidikan.
”Selama kebutuhan dasar itu tercukupi, sebenarnya seseorang sudah bisa dikatakan sejahtera,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan gaya hidup di era modern turut memengaruhi persepsi masyarakat. Kebutuhan kini tidak lagi terbatas pada kebutuhan primer, tetapi juga berkembang ke hal-hal tersier yang kerap dipicu dari tuntutan gaya hidup.
”Sekarang kebutuhan berkembang, kadang bukan lagi kebutuhan utama, tetapi karena tuntutan gaya hidup,” imbuhnya.
Sementara itu, konsep kekayaan holistik ini menekankan kesejahteraan tidak hanya diukur dari sisi finansial, melainkan juga mencakup kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial, hingga tujuan hidup.
Dikutip dari laman Global Holistic Wealth Day, konsep ini diperkenalkan Keisha Blair melalui bukunya Holistic Wealth: 32 Life Lessons to Help You Find Purpose, Prosperity and Happiness.
Hari Kekayaan Holistik secara global diperingati setiap 9 April sebagai momen refleksi tentang makna kekayaan yang lebih luas.
Dalam pendekatan itu, kesejahteraan dipandang sebagai keseimbangan antara aspek finansial, mental, emosional, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Pada konteks lokal, kesejahteraan masyarakat Kudus juga tidak lepas dari berbagai indikator, seperti kesehatan, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi. Hal ini sejalan dengan pendekatan kekayaan holistik yang menempatkan kualitas hidup sebagai aspek penting.
Momentum ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak hanya mengejar penghasilan, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup, termasuk kesehatan mental dan hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Reporter: Wiwid Widia Yulhendrik
Editor: Zulkifli Fahmi



