Data tambahan yang dirilis PPID dan Diskominfo Kabupaten Kudus pada Februari 2026 memperlihatkan indikator lain yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat Kudus.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 77,21 persen menjadi 77,94 persen. Harapan lama sekolah meningkat dari 13,3 tahun menjadi 13,49 tahun, menunjukkan perbaikan di bidang pendidikan.
Angka stunting menurun dari 4,03 persen menjadi 3,75 persen, sementara indeks infrastruktur naik dari 55,14 persen menjadi 66,02 persen.
Jarot menuturkan data keseluruhan mencerminkan perkembangan di banyak sisi, tetapi tetap menghadapi tantangan, khususnya pertumbuhan ekonomi dan pasar kerja.
”Pertumbuhan ekonomi Kudus pada 2025 tercatat 0,98 persen dan tingkat pengangguran mengalami sedikit peningkatan. Itu jadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Murianews, Kudus – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus menyampaikan gambaran terbaru mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat Kudus berdasarkan data resmi tahun 2025.
Koordinator Tim Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS Kudus, Jarot Kurniawan, mengatakan indikator kesejahteraan kini dilihat dari berbagai aspek kehidupan, tidak hanya pendapatan.
”Kesejahteraan itu banyak dimensinya. Orang kadang menilai hanya dari punya uang atau barang material, padahal kalau kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pendidikan sudah tercukupi, sebenarnya itu sudah termasuk sejahtera,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Kabupaten Kudus pada 2025 mencapai 6,59 persen atau sekitar 60,37 ribu jiwa. Angka ini turun dibanding tahun 2024 yang sebesar 7,23 persen.
”Secara persentase, kemiskinan di Kudus turun. Itu artinya ada upaya pemenuhan kebutuhan dasar yang semakin baik,” tambah Jarot.
Meski begitu, secara jumlah absolut kemiskinan masih meningkat sedikit karena pertambahan jumlah penduduk.
Data tambahan...
Data tambahan yang dirilis PPID dan Diskominfo Kabupaten Kudus pada Februari 2026 memperlihatkan indikator lain yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat Kudus.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 77,21 persen menjadi 77,94 persen. Harapan lama sekolah meningkat dari 13,3 tahun menjadi 13,49 tahun, menunjukkan perbaikan di bidang pendidikan.
Angka stunting menurun dari 4,03 persen menjadi 3,75 persen, sementara indeks infrastruktur naik dari 55,14 persen menjadi 66,02 persen.
Jarot menuturkan data keseluruhan mencerminkan perkembangan di banyak sisi, tetapi tetap menghadapi tantangan, khususnya pertumbuhan ekonomi dan pasar kerja.
”Pertumbuhan ekonomi Kudus pada 2025 tercatat 0,98 persen dan tingkat pengangguran mengalami sedikit peningkatan. Itu jadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Bukan hanya uang...
Momentum Hari Kekayaan Holistik Global yang diperingati setiap 9 April dinilai penting untuk mengingatkan bahwa kesejahteraan bukan hanya soal uang, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Ia menambahkan, data kemiskinan tahun 2026 hingga kini masih dalam proses pengolahan sehingga belum dapat dipublikasikan secara resmi.
”Untuk 2026 masih kami olah, jadi belum bisa dirilis,” imbuhnya.
Reporter: Wiwid Widia Yulhendrik
Editor: Anggara Jiwandhana