Keren! Manfaatkan Limbah Kayu, Perajin Asal Blora Ini Tembus Ekspor Korea
Nathan
Kamis, 25 Agustus 2022 18:47:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Blora – Di tangan perajin kayu, limbah kayu jati ternyata bisa memiliki nilai jual yang lebih. Salah satunya, perajin kayu asal Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Roisah.
Perajin kayu berusia 45 tahun itu, berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Korea Selatan berkat mengolah limbah kayu jati. Bahkan, dalam setahun ia mampu mengekspor hingga 12 kontainer.
”Ya bisa di dibilang sebulan satu kontainer untuk diekspor,” jelas roisah, Kamis (25/08/2022).
Baca: Ekspor Produk Kayu Jati Blora Terus Didorong
Ia menceritakan, saat virus corona mewabah, usahanya memang sempat terpuruk. Namun, setelah mulai mereda, industry mebelnya pun mulai bangkit. Kini, ia terus meningkatkan produksinya dengan kualitas ekspor.
Menurutnya, kayu jenis apapun memiliki nilai jual. Itu termasuk limbah kayunya.
”Kayu jenis apa aja bisa masuk. Memang memanfaatkan limbah, karena yang kayu besar-besar jarang laku. Mereka (warga luar indonesia) lebih suka yang kecil,” imbuhnya.
Dari tangannya, limbah-limbah kayu itu diolah menjadi ayunan, tatakan bunga, meja, kursi, hingga beragam kerajinan lainnya. Tentunya, produk-produk bikinannya itu sesuai pesanan.
“Ya sesuai pesanan, untuk saat ini ekspor yang dilakukan baru korea (selatan) belum ke negara lain,” ucapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Seorang pekerja di kerajinan kayu Desa Tempellemahbang, Jepon, Blora sedang bekerja. (Murianews/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora – Di tangan perajin kayu, limbah kayu jati ternyata bisa memiliki nilai jual yang lebih. Salah satunya, perajin kayu asal Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Roisah.
Perajin kayu berusia 45 tahun itu, berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Korea Selatan berkat mengolah limbah kayu jati. Bahkan, dalam setahun ia mampu mengekspor hingga 12 kontainer.
”Ya bisa di dibilang sebulan satu kontainer untuk diekspor,” jelas roisah, Kamis (25/08/2022).
Baca: