”Karena terbentur oleh waktu, tidak bisa cepat melayani pemesan,” ucapnya.
Galih menuturkan, beberapa hasil karyanya dipajang di rumahnya sebagai koleksi pribadi dan sebagai mainan edukasi untuk anak.
”Miniatur bus juga dapat digunakan sebagai mainan edukatif untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Melatih kognisi, seperti berpikir dan memecahkan masalah. Memberikan kesenangan dan kreativitas dalam bermain,” tuturnya.
Tidak hanya itu, manfaat miniatur bus sebagai hadiah, simbol apresiasi yang unik dan penuh makna, pilihan ideal untuk menghargai pencapaian dalam berbagai acara serta sebagai pameran.
”Menjalankan hobi yang bermanfaat ternyata mampu menstimulasi otak agar bisa berkembang. Tidak hanya berkembang terkait dengan pekerjaan, tetapi juga berkembang dalam menyeimbangkan pola hidup. Oleh karena itu, menjalankan hobi yang bermanfaat bisa berdampak positif bagi diri sendiri,” pesannya kepada generasi milenial dan generasi Z.
Murianews, Blora – Namanya adalah Galih Ardinansyah, seorang Aparatur Sipail Negara (ASN) di Pemkab Blora yang menekuni hobi membuat miniatur bus sejak 2004 silam.
Hobinya ini terinspirasi dari pengalamannya ketika menjadi kernet armada bus, atau jauh sebelum menjadi ASN Blora di Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.
”Jadi dulu, sebelum jadi ASN saya pernah jadi kernet armada bus, itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan, kemudian muncul ide, kepingin mencoba membuat miniatur bus, akhirnya bisa dan jadi, bahkan ketika saya posting di media sosial, ada yang nawar dan pesan,” jelas Galih, di rumahnya belakang Stadium Seni Budaya Tirtonadi Blora, Sabtu (29/3/2025).
Ia menjelaskan, dirinya tidak menargetkan produksi miniatur bus yang harus dibuat. Ketika ada pesanan, barulah ia mengeluarkan keahliannya. Hal itu dikarenakan, tugas dan tanggung jawab sebagai ASN Pemkab Blora harus diutamakan.
”Saya mengerjakannya kalau hari libur, jadi saya tidak menarget, maka tahun 2024 lalu saya hanya mampu membuat empat unit minatur bus, itu saya kerjakan tanpa mengganggu tugas utama saya, kalau banyak tugas di dinas, ya saya pending dulu pembuatannya,” kata Galih.
Satu unit miniatur bus ia dibanderol dengan harga antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tergantung tingkat kerumitan dan bahan yang diperlukan.
Menakjubkannya, ternyata miniatur bus buatan Galih, mirip dengan aslinya. ”Hanya saja miniatur bus yang saya buat itu, mungkin masuk kategori era lama atau jadul. Kalau untuk bahan utama yakni PVS, akrilik dan spon ati,” jelasnya.
Ia mengaku, saat ini mendapat pesanan dari penghobi miniatur bus dari dalam dan luar kabupaten Blora, seperti Tuban, Jawa Timur.
Terbentur waktu...
”Karena terbentur oleh waktu, tidak bisa cepat melayani pemesan,” ucapnya.
Galih menuturkan, beberapa hasil karyanya dipajang di rumahnya sebagai koleksi pribadi dan sebagai mainan edukasi untuk anak.
”Miniatur bus juga dapat digunakan sebagai mainan edukatif untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Melatih kognisi, seperti berpikir dan memecahkan masalah. Memberikan kesenangan dan kreativitas dalam bermain,” tuturnya.
Tidak hanya itu, manfaat miniatur bus sebagai hadiah, simbol apresiasi yang unik dan penuh makna, pilihan ideal untuk menghargai pencapaian dalam berbagai acara serta sebagai pameran.
”Menjalankan hobi yang bermanfaat ternyata mampu menstimulasi otak agar bisa berkembang. Tidak hanya berkembang terkait dengan pekerjaan, tetapi juga berkembang dalam menyeimbangkan pola hidup. Oleh karena itu, menjalankan hobi yang bermanfaat bisa berdampak positif bagi diri sendiri,” pesannya kepada generasi milenial dan generasi Z.
Editor: Anggara Jiwandhana