Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada tim kesehatan dan mengonfirmasi langkah tegas telah diambil terhadap penyedia program MBG. Untuk selanjutnya, semua pihak menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Kami berterima kasih dari DKK yang langsung bergerak atas kejadian kemarin. Kami bersama tim satgas sudah melakukan investigasi lapangan," katanya.

Sementara itu, Nur Betsia Bertawati, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora (Dinkesda Blora), memberikan data terbaru mengenai dampak kesehatan yang dialami para siswa yang diduga keracuna menu MBG. Dinkesda Blora telah memiliki beberapa progres penyelidikan dalam kasus ini.

"Diduga keracunan makanan MBG tercatat 122 kasus, di mana 117 kasus ditangani rawat jalan dan 5 kasus memerlukan rawat inap. Saat ini, yang masih dirawat inap ada 3 pasien di RS DKT dan 1 pasien di RSUD dr. Soetijono Blora,” jelasnya.

Tim Dinkesda Blora juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan kunjungan langsung ke lokasi SPPG yang bersangkutan. Sampel menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah diambil dan dikirim ke laboratorium.

"Dinkesda Blora sudah melakukan penyelidikan epidemiologi, sudah kunjungan ke SPPG. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan sampel ke Labkes ke Semarang, untuk hasil sekitar 1 Minggu," tutupnya.

Dinkesda Blora mengimbau masyarakat untuk tenang dan menunggu hasil lab yang akan segera diketahui. Hasil laboratorium mikrobiologi dari sampel menu MBG tersebut akan dasar penentuan penyebab pasti insiden keracunan massal ini.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler