Kirab Pusaka Kiai Bismo Digelar Menjelang Hari Jadi Blora ke-276
Nathan
Jumat, 5 Desember 2025 07:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Suasana hening menyelimuti pusat Kota Blora pada Kamis Kliwon, malam Jumat Legi (4/12/2025), saat tradisi Kirab Temu Gelang Pusaka Kiai Bismo kembali digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora.
Prosesi budaya yang sarat makna ini diberangkatkan langsung oleh Bupati Blora, H Arief Rohman, dari Pendopo Kabupaten Blora sekitar pukul 23.30 WIB. Kirab dilaksanakan dengan tapa bisu, berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Para peserta melangkah perlahan namun khidmat, sembari menundukkan hati untuk memanjatkan doa keselamatan bagi Kabupaten Blora. Dalam tradisi ini, Keris Kyai Bismo, pusaka yang menjadi simbol kekuatan dan identitas daerah, diserahkan Bupati kepada Kepala Dindagkop UKM, Kiswoyo, sebagai pembawa pusaka utama sepanjang perjalanan.
Rombongan kirab dikawal Komunitas Tosan Aji yang membawa Keris Kiai Bismo, juga membawa sejumlah benda pusaka lain. Diantaranya kendi tanah liat, keris, dan tombak. Dengan formasi teratur, rombongan menyusuri rute temu gelang yang mengelilingi kompleks Pendopo dan rumah dinas Bupati serta Wakil Bupati.
Arak-arakan bergerak melalui Jl. RA Kartini, Jl. Dr. Sutomo, Jl. Gunung Sumbing, Jl. Pemuda, hingga tiba kembali di Alun-alun dan Pendopo Kabupaten. Antusiasme warga tampak di berbagai sudut jalan untuk menyaksikan kirab pusaka Kiai Bismo ini.
Banyak masyarakat berdiri di tepi jalan rute kirab Kiai Bismo untuk mengabadikan momen langka ini. Salah satunya Agus, warga yang menonton dari persimpangan Jalan Dr. Sutomo.
“Aku tahu dari media sosial kalau malam ini ada kirab. Ternyata suasananya sangat tenang dan sakral. Semua peserta pakai pakaian adat Jawa dan berjalan tanpa bicara. Berasa seperti suasana tradisi besar di Solo atau Jogja,” ujar Agus sambil merekam jalannya kirab dengan ponsel.
Sementara itu, Kepala Dinporabudpar, Iwan Setiyarso, menyampaikan kegiatan kirab pusaka Kiai Bismo ini diikuti jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK, kepala OPD, hingga para camat dan lurah se-Kabupaten Blora. Para undangan putra mengenakan busana adat beskap landung gaya Surakarta, sementara undangan putri memakai kebaya atau pakaian Samin.
Tradisi...
- 1
- 2



