Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pencarian terhadap lima santriwati yang belakangan diketahui berasal dari MBS Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora masih terus dilakukan hingga Kamis (11/12/2025) siang. Mereka dilaporkan hanyut saat bermain di Sungai Lusi pada pagi hari sekira pukul 06.00 WIB.
Menurut keterangan salah seorang santriwati dari MBS Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora, Ardina Kiki Sulistyawati (13), kejadian nahas ini terjadi pada pagi hari. Saat itu kedelapan rekanya sedang bermain-main di sungai Lusi.
Pada awal kejadian ada 8 orang santriwati yang hanyut dalam kejadian ini. Sebelum akhirnya tiga santriwati berhasil diselamatkan warga setelah meminta tolong.
Sebelum kejadian ini, mereka sudah diperingatkan untuk tidak bermain di Sungai Lusi. Tetapi peringatan ini diabaikan, dan kejadian itu terjadi dengan cepat.
"Awalnya mereka mau lihat arus sungai, terus mereka sudah kita bilangin. Jangan masuk, tapi tetap masuk. Ada delapan orang," jelas Ardina Kiki dengan wajah cemas diliputi kekhawatiran dan kesedihan.
Delapan santriwati yang mengalami kejadian nahas ini disebutkan berasal dari kelas yang berbeda. Awalnya mereka menyatakan hanya akan mencari kerang di Sungai Lusi. Meski sudah dilarang, mereka tetap masuk ke sungai.
"Ada kelas 7, ada yang kelas 8, ada yang kelas 9, ada yang kelas 10, ada yang kelas 11, dan ada yang kelas 12," jelas Ardina Kiki
Pada awalnya, para santriwati tersebut hanya bermaksud bermain-main di pinggir Sungai Lusi. Mereka hanya ingin mencari kerang-kerang kecil yang ada di pasir sungai Lusi. Tetapi mereka tidak menyadari arus sungai sedang deras karena sebelumnya turun hujan.
Dijelaska juga, pada awalnya ada santriwati yang tidak bisa berenang terseret arus dan meminta tolong ke teman-temannya yang lain. Lalu teman-temannya berusaha membantu, tetapi malah ikut hanyut dan tenggelam. Ada tiga santri yang akhirnya bisa selamat.
"Tiga selamat, tapi beda-beda tempat saat ditemukan," jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga, Adit menyebut sekira pukul 06.00 WIB ada anak-anak bermain di bantaran sungai Lusi. Mereka mendekati sungai, sebelum kemudian terdengar jeritan-jeritan minta tolong. Pihaknya langsung mendekati lokasi kejadian.
"Ada jeritan-jeritan, dari anak-anak. Minta tolong tenggelam,"ujarnya, yang kemudian bergegas bersama sejumlah warga mencoba melakukan upaya pertolongan. Ada tiga anak yang akhirnya berhasil diselamatkan.
Editor: Budi Santoso



