Pemkab Blora Gandeng ITB untuk Majukan Daerah, Karbon hingga Barongan
Nathan
Selasa, 6 Januari 2026 13:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Blora melaksanakan kunjungan kerja ke kampus Institut Teknologi Bandung pada senin Sore (5/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Koordinasi Rencana Kerja Sama Program Carbon Capture Utility Storage (CCUS) Dan Pembahasan Usulan Warisan Budaya Takbenda Bersama ITB.
Bupati Blora Arief Rohman memimpin langsung kunjungan bersama dengan wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda dan sejumlah OPD terkait.
Kunjungan kali ini disambut langsung oleh Prof Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB bersama sejumlah pejabat lain dari ITB.
Bupati Arief rohman sendiri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ITB yang telah berkenan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
”Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang maju dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada potensi lokal,” ucapnya.
Menurutnya Pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.
”Bagi Kabupaten Blora, CCUS bukan hanya agenda global, tetapi peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang,” imbuhnya.
Pertanian kuat...
Mas Arief Sapaan akrabnya menjelaskan sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat.
”Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,” tuturnya.
Dengan adanya rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub juga diyakini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Khususnya petani dan pelaku usaha lokal, melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Disisi lain lanjut Mas Arief Pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Blora tidak hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai komitmen untuk merawat jati diri dan warisan budaya.
”Salah satu kekayaan budaya kami adalah kesenian Barongan, yang mengandung nilai sejarah, sosial, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Blora,” terangnya.
Oleh karena itu, upaya pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah arus modernisasi.
”Bagi kami, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan yang telah hidup dalam masyarakat Blora,” harapnya.
Kerja sama jelas...
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Blora kemudian berharap bisa merumuskan kerja sama yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, baik dalam pengembangan CCUS maupun penguatan pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
”Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung atas komitmen dan dukungan yang diberikan. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Blora dan berkontribusi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB menyambut baik kehadiran Bupati bersama rombongan di kampus ITB ini.
Sementara itu salah satu pengamat budaya Muksin mengatakan layak untuk di ajukan ke UNESCO, oleh sebab itu ia mengajak untuk bersama sama dan berusaha mengangkat barongan ini ke kencah Nasional dan Internasional.
Hal senada juga di ucapkan oleh Panca waluyo tim teknis dirjen pendidikan vokasi kemendikdasmen yang menyatakan siap untuk membantu pemkab Blora mengangkat Barongan untuk dikenal baik di dalam negeri dan luar negeri.
”Saya pernah ikut membantu ponorogo untuk reog bisa diakui secara internasional dan saya tentu siap membantu Blora mengangkat Barongan agar lebih dikenal dan diakui di tingkat internasional,” ucapnya dengan semangat.
Usai diskusi dilanjutkan keliling kampus ITB dan ke sejumlah Lab praktek yang dimiliki kampus tersebut.
Editor: Anggara Jiwandhana



