Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Namun, jika dilihat dari bahan bakunya, pertanian organik justru lebih hemat karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

”Kalau dari bahan bakunya, pertanian organik sebenarnya lebih murah dibandingkan pertanian konvensional. Ke depannya biaya bertani organik juga akan semakin murah, karena bahan organik di dalam tanah atau di sawah sudah terakumulasi,” tambahnya.

Untuk pemupukan, petani dapat menggunakan kompos yang sudah diolah saat memproses lahan. Dengan bantuan traktor, kompos dapat tercampur dan merata di seluruh lahan sawah.

Pemupukan susulan juga dilakukan saat kegiatan osrok, yakni ketika petani melakukan penyiangan atau pembersihan gulma yang kedua. Dalam satu musim tanam, petani melakukan kegiatan osrok setidaknya sebanyak empat kali.

”Kami melakukan setidaknya empat kali osrok, yaitu membersihkan gulma sebanyak empat kali selama masa budidaya,” jelasnya.

Kelompok Petani Organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber berharap ke depan dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri, seperti alat pengering dan penggiling padi. Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar kualitas beras organik tetap terjaga.

”Harapan kami setelah panen nanti bisa memiliki pengering dan penggiling padi sendiri. Selama ini kami masih menggunakan selepan umum yang juga digunakan untuk padi konvensional, sehingga kadang beras organik bisa tercampur dengan beras biasa,” ungkap Rakam.

 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler