Acara yang dimulai sejak siang hari dengan Timbang Gunem/Cocokan Lakon, Srawung Adam Timur. Pada malam harinya, digelar Lamporan, Suluh Samin dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Salah satu sesepuh Samin asal Pati, Gunretno mengatakan peringatan perjuangan mbah Samin dimulai sejak 2022.
”Setiap ketemu, saya mengajak bersama untuk membuktikan perjuangan mbah Samin ini,” ucapnya.
Gunretno berharap acara ini juga bisa memberikan pengetahuan dan diteruskan oleh generasi saat ini. Pada acara ini juga dilakukan pembacaan puisi tentang samin oleh salah satu masyarakat yang hadir.
Murianews, Blora – Bupati Blora Arief Rohman mendorong agar perjuangan Samin Surondiko dapat dibukukan. Dengan begitu, ajaran-ajaran luhurnya dapat dipelajari generasi mendatang.
Itu disampaikannya saat menghadiri peringatan 119 tahun perjuangan Samin Surondiko atau dikenal mbah samin surosentiko di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko, Desa Plosokediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
”Kalau bisa tulisan-tulisan tentang Samin ini bisa terus diperluas, dan bisa ditaruh di perpustakaan agar bisa menjadi wawasan bagi anak anak kita. Kita berharap sejarah perjuangan ini bisa dibukukan dan menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora,” imbuhnya, Minggu (15/3/2026).
Di kesempatan itu, ia mengapresiasi masyarakat yang masih menguri-uri tradisi Samin di Blora. Pihaknya pun terus berkomitmen mendukung ajaran mbah Samin Surondiko bisa dilestarikan dan dipertahankan.
”Saya juga pernah ke Sawahlunto, kita ingin apa yang jadi tinggal bisa di petahankan dan tentunya ajaran-ajaran apa yang perlu dilakukan tentunya harus dilestarikan karena ini kekayaan milik kita,” imbuhnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemkab Blora menggunakan nama Samin Surosentiko untuk berbagai nama fasilitas publik. Salah satunya RSUD Randublatung.
”Sebagai bentuk penghormatan kepada Samin Surosentiko, nama beliau telah diabadikan di beberapa fasilitas publik di Blora, antara lain Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko,” tuturnya.
Peringatan 119 tahun Perjuangan Samin Surondiko tahun ini, diselenggarakan dengan tema ”Nyawiji Guyub Nutugno Lakon”. Acara ini menjadi momentum untuk guyub bersama sama melanjutkan nilai-nilai perjuangan Samin.
Membuktikan Perjuangan Samin...
Sedulur Sikep dari Blora, Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan, Madiun, Ponorogo, dan Rembang hadir dalam agenda tersebut.
Acara yang dimulai sejak siang hari dengan Timbang Gunem/Cocokan Lakon, Srawung Adam Timur. Pada malam harinya, digelar Lamporan, Suluh Samin dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Salah satu sesepuh Samin asal Pati, Gunretno mengatakan peringatan perjuangan mbah Samin dimulai sejak 2022.
”Setiap ketemu, saya mengajak bersama untuk membuktikan perjuangan mbah Samin ini,” ucapnya.
Gunretno berharap acara ini juga bisa memberikan pengetahuan dan diteruskan oleh generasi saat ini. Pada acara ini juga dilakukan pembacaan puisi tentang samin oleh salah satu masyarakat yang hadir.
Editor: Zulkifli Fahmi