Ia menyebut, pembangunan akan diupayakan masuk dalam perubahan anggaran 2026 atau paling lambat tahun 2027. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan dukungan dana dari program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Kami juga akan mengupayakan agar ruas jalan ini mendapatkan dana IJD,” tambah Bupati Blora.
Tak hanya itu, wilayah Nglebak dan Megeri direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Terutama dengan adanya Proyek Strategi Nasional (PSN) di kawasan tersebut. Jadi kedatanganya tidak sekedar ‘Ngonten’ seperti yang dituduhkan.
Terpisah, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, juga membantah anggapan jika kunjungan Bupati hanya untuk pencitraan atau ‘Ngonten’ semata. Bupati Blora datang atas undangan pemerintah desa Nglebak, dan membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan.
“Beliau hadir membawa bantuan semen dan material grosok. Jadi tidak benar jika disebut hanya untuk ngonten,” jelasnya.
Murianews, Blora – Kunjungan Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Sri Setyorini ke Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan pada Rabu (18/3/2026) sempat viral di media sosial.
Kedatangan Bupati Blora di desa itu diklaim hanya kepentingan ‘ngonten’ saja. Tuduhan ini akhirnya diklarifikasi dengan tegas oleh Arief Rohman, Kamis (26/3/2026).
Arief Rohman menegaskan, kedatangannya ke Desa Nglebak bertujuan untuk memberikan dukungan nyata kepada warga yang tengah bergotong royong membangun jalan secara swadaya. Tetapi di media sosial narasi yang muncul adalah 'Bupati Ngonten'.
“Saya datang untuk mengapresiasi dan membantu. Kami membawa bantuan semen 300 sak dan menginstruksikan OPD untuk membantu material grosok. Tidak ada niat untuk sekadar membuat konten,” tegasnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati Blora Arief Rohman bersama rombongan berjalan kaki menyusuri kampung. Itu dilakukan untuk melihat langsung proses pembangunan jalan rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung.
Melihat semangat warga, Bupati Blora langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU Blora) segera mengirim tanah grosok untuk memperkuat bahu jalan. Pembangunan jalan tersebut dilakukan secara swadaya melalui sistem urunan.
Warga bahu-membahu menyumbangkan material, tenaga, hingga konsumsi bagi para pekerja yang bekerja secara bergiliran setiap sore hingga malam hari. Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan jalan melalui anggaran pemerintah.
Pencitraan...
Ia menyebut, pembangunan akan diupayakan masuk dalam perubahan anggaran 2026 atau paling lambat tahun 2027. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan dukungan dana dari program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Kami juga akan mengupayakan agar ruas jalan ini mendapatkan dana IJD,” tambah Bupati Blora.
Tak hanya itu, wilayah Nglebak dan Megeri direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Terutama dengan adanya Proyek Strategi Nasional (PSN) di kawasan tersebut. Jadi kedatanganya tidak sekedar ‘Ngonten’ seperti yang dituduhkan.
Terpisah, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, juga membantah anggapan jika kunjungan Bupati hanya untuk pencitraan atau ‘Ngonten’ semata. Bupati Blora datang atas undangan pemerintah desa Nglebak, dan membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan.
“Beliau hadir membawa bantuan semen dan material grosok. Jadi tidak benar jika disebut hanya untuk ngonten,” jelasnya.
Editor: Budi Santoso