Cegah Korupsi, Bupati Blora Arief Rohman Perketat Tata Kelola OPD
Nathan
Selasa, 31 Maret 2026 21:07:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bupati menegaskan bahwa setiap pergeseran atau promosi pegawai harus didasarkan pada prestasi dan kompetensi melalui sistem merit, guna menghapus stigma praktik jual beli jabatan.
Para kepala OPD diminta untuk proaktif dalam mengusulkan bawahan yang berkinerja baik kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk diproses melalui seleksi terbuka sesuai aturan yang berlaku.
”Silahkan kepala OPD kalau ada bawahan yang berprestasi, yang bagus, diusulkan saja pada baperjakat, nanti ada seleksi terbuka dan nanti ada pula kepala OPD yang bergeser,” jelas Bupati.
Selain aspek integritas, koordinasi ini juga menyentuh sisi administratif keuangan daerah. Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, mengingatkan seluruh instansi untuk mempersiapkan dokumen laporan keuangan secara optimal menyambut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada April 2026 mendatang.
Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan sinkronisasi program pembangunan, termasuk memastikan pokok-pokok pikiran (pokpir) DPRD tetap selaras dengan prioritas kebutuhan masyarakat.
Editor: Supriyadi



