Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat akurasi basis data mulai dari tingkat desa.

Bupati Blora, Arief Rohman menyatakan akan mengerahkan sekitar 11.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkab untuk terlibat langsung dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil agar data kemiskinan dan pengangguran di lapangan benar-benar akurat.

”Di Blora ada sekitar 11.000 ASN. Nantinya akan kita formulasikan agar bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara data yang dihimpun pemerintah daerah dengan indikator yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Bupati Arief, desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Oleh karena itu, seluruh perencanaan pembangunan diharapkan bertumpu pada data riil dari desa.

”Basis data semuanya dari desa. Nanti kita selaraskan, modul apa yang bisa diterapkan. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.

Selain itu, Pemkab Blora juga mendukung integrasi program Desa Cantik dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs ) Desa. Pemerintah daerah berencana menyusun role model dari desa-desa yang telah didampingi sebagai percontohan untuk wilayah lain.

Data Desa...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler