Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Anies sendiri mengatakan itu saat menghadiri acara puncak Milad ke-21 PKS, baru-baru ini. Acara itu disiarkan melalui channel Youtube PKSTV.

Kepada wartawan, Ganjar meminta kepada masyarakat yang mengeluhkan soal pupuk untuk melaporkan ke dirinya melalui platform Laporgub. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Gedung Serba Guna (GSG) Purwodadi dalam kegiatan Tausiyah Kebangsaan, Selasa (23/5/20223).

Baca: Ganjar Pranowo Tinjau Kontingen SOina ke SOWSG Berlin

”Silakan lapor ke Laporgub, atau WA ke saya langsung, tak beresi,” kata sosok yang juga Bacapres PDI Perjuangan tersebut, singkat.

Untuk diketahui, Laporgub merupakan portal laporan online Pemprog Jateng yang bisa diakses pada laman https://laporgub.jatengprov.go.id/. Berbagai aduan masyarakat Jateng bisa disampaikan lewat portal tersebut.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni yang ditanya hal serupa menyatakan, menurutnya bila ada kelangkaan pupuk sudah akan mencuat dalam beberapa waktu belakangan.
”Pupuk subsidi Pusri, kuotanya hampir 85 ribu ton, yang pupuk Phonska hampir 70 ribu ton. Kalau pupuk langka, sudah mencuat kemarin-kemarin. Dari kelompok tani selalu koordinasi dengan KPL (Kios Pupuk Lengkap),” ujar Bupati.Baca: Stok Pupuk di Grobogan Masih Ada 17 Ribu Ton, Diklaim Cukup Hingga Akhir TahunBupati memaparkan, saat terjadi kelangkaan pupuk para kelompok tani pun menurutnya selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Dispertan) setempat. Dia pun membantah bahwa terjadi kelangkaan pupuk di daerah yang dipimpinnya.”Kelompok tani, kalau ada kelangkaan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Itu bisa dicek di lapangan. Tidak benar (kelangkaan pupuk),” tegasnya.https://youtu.be/md7dZWlS8TQEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler