Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ngadino menjelaskan, acara tersebut bukan kegiatan kedinasan. Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan family gathering yang sudah direncanakan beberapa waktu sebelumnya.

“Tidak kedinasan. Dolan bareng-bareng, gathering. Kita mengambil hari yang tidak mengganggu kerja. Kita lihat di tahun 2023, yang ada libur agak panjang, kebetulan bulan ini,” ujarnya, Senin (5/6/2023).

Dia merinci, tanggal 1-4 Juni 2023 kemarin merupakan hari libur nasional dan hari cuti. Karena pertimbangan itulah, pekan kemarin dipilih untuk kegiatan di Bali.
Terkait video yang viral, dia mengakui perempuan tersebut memang pegawainya.

Namun, dia membantah narasi yang menyebut bahwa kegiatan tersebut terdapat pesta miras. Menurutnya penilaian itu berlebihan.

“Seolah-olah itu pesta minuman keras. Saya klarifikasi, itu tidak benar. Yang benar, Tika itu hanya action (pura-pura). Kayak anak-anak muda, ramai-ramaian begitu,” imbuhnya.

Pejabat yang segera pensiun tersebut meminta kepada masyarakat untuk percaya bahwa anak buahnya itu tidak meminum minuman keras. Hal ini perlu disampaikannya.

“Jenengan (anda) harus percaya Tika itu tidak minum-menuman keras. Buktinya apa? Tika itu pakai jilbab. Masak pakai jilbab minum-minuman keras. Saya buktikan bahwa dia tidak minum-minuman keras,” tegasnya.

BACA JUGA: Viral Pegawai Honorer Grobogan Diduga Minum Miras Saat Acara di BaliAdapun botol miras di depan pegawainya itu merupakan botol milik rombongan sebelumnya. Kemudian digunakan untuk aksi-aksian saja.“Itu kita di Jimbaran (Bali). Itu kan banyak bule-bule. Kursi itu kan digunakan gantian-gantian, kebetulan anak itu (Tika) duduk di situ,” paparnya.Sementara, terkait video yang memperlihatkan pegawai tersebut berjoget, dia menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan di tempat berbeda.“Yang joget-joget, itu di tempat lain. Saya bertanggungjawab sebagai kepala Disporabudpar bahwa tidak terjadi minum-minuman keras, kemudian juga joget-joget biasa,” tandasnya.Sebelumnya diberitakan, video pegawai honorer di lingkungan Disporabudpar Grobogan diduga menenggak miras viral di media sosial. Tampak di gelas yang dia minum dalam acara di Bali itu terdapat botol miras.https://youtu.be/KMKHO7BCkXkEditor: Budi Santoso

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler